Salam

Salam

Rabu, 18 Desember 2013

Bukti-bukti kenabian (mu’jizat-mu’jizat) Nabi SAW (3)


Dai 'Abdullah bin Mas’ud RA, dia berkata : Bulan terbelah jadi dua di masa Rasulullah SAW, lalu Nabi SAW bersabda, "Saksikanlah”. HR. Bukhari juz 4, hal. 186] 

Dari Anas, dia bercerita kepada orang-orang : Sesungguhnya penduduk Makkah pernah meminta Rasulullah SAW untuk memperlihatkan tanda kekuasaan Allah (mu'jizat), maka beliau memperlihatkan kepada mereka terbelahnya bulan. [HR. Bukhari juz 4, hal. 186] 

Dari Ibnu 'Abbas, dia berkata : Ada seorang 'Arab gunung datang kepada Rasulullah SAW lalu berkata, "Dengan dasar apa aku mengetahui bahwa engkau adalah seorang Nabi ?". Beliau bersabda, "Kalau aku panggil dahan ini dari pohon kurma ini, apakah kamu bersaksi bahwa aku adalah utusan Allah". Lalu dahan itu turun dari pohon kurma, sehingga jatuh di hadapan beliau, kemudian beliau bersabda, "Kembalilah !". Maka dahan itupun kembali, kemudian orang 'Arab gunung itupun masuk Islam. [HR. Tirmidzi juz 5, hal. 254, no. 3707, hadits hasan gharib shahih] 

Dari 'Ali bin Abu Thalib, dia berkata : Kami bersama Rasulullah SAW di Makkah, lalu kami keluar kepinggiran kota, maka tidaklah gunung maupun pepohonan yang menjumpai beliau ketika itu melainkan ia mengucap "Assalaamu 'alaika ya Rasulallah". [HR. Tirmidzi juz 5, hal. 253, no. 3705, dla’if, karena dalam sanadnya ada perawi bernama ‘Abbad bin Abi Yazid, ia majhul dan perawi bernama Al-Walid bin Abi Tsaur, ia munkarul hadits]

Dari Samurah bin Jundab, dia berkata : Kami pernah  berada bersama Rasulullah SAW bergantian mengambil makanan dari suatu nampan sejak pagi sampai malam, datang dan pergi sepuluh orang sepuluh orang (bergantian). Kami bertanya, "Dari mana nampan itu  ditambah makanan ?". Beliau bersabda, "Kenapa kamu heran, tidaklah nampan itu ditambah makanan melainkan dari sana". Dan beliau memberi isyarat dengan tangan beliau ke langit. [HR. Tirmidzi juz 5, hal. 253, no. 3704, hadits hasan shahih]

Dari 'Abdur Rahman bin Abu Bakar, ia berkata : Kami seratus tiga puluh orang sedang bersama Nabi SAW. Beliau bersabda, "Apakah salah seorang diantara kalian ada yang mempunyai makanan ?". Ternyata ada seorang yang mempunyai satu sha' gandum atau setara itu, lalu dibuat adonan. Kemudian datang seorang laki-laki musyrik tinggi dan kusut rambutnya menggiring kambing. Nabi SAW bertanya, "Ini akan dijual atau diberikan (dihadiahkan) ?". Orang itu menjawab, "Tidak, tetapi dijual". Lalu Rasulullah SAW membeli seekor kambing darinya. Kemudian disembelih, dan Rasulullah SAW menyuruh mengambil hatinya untuk dipanggang. 'Abdur Rahman bin Abu Bakar berkata, "Demi Allah, tidaklah dari seratus tiga puluh orang itu kecuali Rasulullah SAW memberinya sepotong-sepotong dari hati kambing tersebut. Jika orang itu ada, maka Rasulullah SAW memberinya. Dan kalau orangnya tidak ada, Rasulullah SAW menyimpankannya". ('Abdur Rahman berkata), "Makanan itu dibagi dalam dua nampan. Kami semua makan dari kedua nampan itu, dan kami semuanya kenyang. Dan sisa yang ada pada kedua nampan itu lalu aku bawa ke atas unta". [HR. Muslim juz 3, hal. 1626]

Dari Jabir, ia berkata, "Bahwasanya Ummu Malik pernah memberikan hadiah minyak samin kepada Nabi SAW dalam sebuah wadah miliknya. Kemudian anak-anak Ummu Malik datang meminta lauk pauk karena 
mereka tidak mempunyai lauk pauk untuk makan. Lalu  Ummu Malik mencari wadah yang pernah ia pergunakan untuk memberi hadiah minyak samin kepada Rasulullah SAW. Dan didapatinya di situ masih ada minyak samin. Ummu Malik selalu membuat lauk dengan minyak samin itu di rumahnya sehingga ia memerasnya, lalu dia datang kepada Nabi SAW, maka beliau bertanya: "Apakah kamu peras habis wadah itu ?". Jawab Ummu Malik, "Ya”. Beliau bersabda, "Seandainya kamu tinggalkan sedikit, tentu minyak itu akan ada terus dan kamu dapat mempergunakannya”. [HR. Muslim juz 4, hal. 1784]

Dari Jabir, ia berkata, "Bahwasanya ada seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW meminta makanan kepada beliiau, lalu beliau memberinya setengah keranjang gandum. Kemudian orang tersebut setiap hari makan dari gandum itu bersama isteri dan tamu-tamunya, sehingga pada suatu hari dia menakar gandum itu. Lalu dia datang kepada Nabi SAW. Maka beliau bersabda, "Seandainya kamu tidak menakarnya, tentu kamu akan dapat makan gandum itu selamanya”. [HR. Muslim juz 4, hal. 1784] 

Dari 'Abdur Rahman bin Abu Bakar RA, dia berkata : Sesungguhnya para penghuni Shuffah (orang-orang yang tinggal di belakang masjid) adalah orang-orang faqir. Pada suatu hari Nabi SAW bersabda, "Siapa yang punya makanan untuk dua orang, maka hendaklah dia mengajak orang yang ketiga. Dan siapa yang punya makanan untuk empat orang, maka hendaklah dia mengajak orang yang kelima atau keenam (atau sebagaimana yang beliau sabdakan)". Lalu Abu Bakar  datang denganmembawa tiga orang dan Nabi SAW keluar dengan sepuluh orang, sedangkan Abu Bakar membawa tiga orang. 'Abdur Rahman bin Abu Bakar berkata, "(Isi rumahku) adalah aku, ayahku dan ibuku". Aku (perawi) tidak tahu apakah 'Abdur Rahman menyebutkan, "Istriku dan pelayanku yang (melayani) antara rumah tanggaku dan rumah tangga Abu Bakar". Dan sesungguhnya Abu Bakar makan malam di sisi Nabi SAW, lalu dia tinggal di situ hingga shalat 'Isyak (bersama Nabi). Maka Abu Bakar pulang (dengan membawa tiga orang) dan tetap di rumah hingga Rasulullah SAW makan malam, (lalu dia kembali kepada Rasulullah SAW). Kemudian dia pulang (ke rumahnya) sesudah berlalu sebagian waktu malam. Istri Abu Bakar bertanya kepadanya, "Apakah  yang menahan kamu sehingga berlama-lama meninggalkan tamumu itu  ?". Abu Bakar berkata, "Apakah kamu sudah menjamu mereka ?". Istri Abu Bakar menjawab, "Mereka tidak mau (makan) sehingga kamu datang". Mereka (tuan rumah) telah mempersilakan kepada para tamu itu, tetapi mereka para tamu tidak mau makan sebelum Abu Bakar datang. Maka aku ('Abdur Rahman bin Abu Bakar) menghindar dan bersembunyi (takut kepada Abu Bakar), lalu Abu Bakar berkata, "Hai bodoh". Abu Bakar menjelek-jelekkan dan mencaci ('Abdur Rahman). Dan kepada para tamu itu ia berkata, "Makanlah kalian", dan ia (Abu Bakar) berkata, "Aku tidak akan memakannya selama-lamanya". ('Abdur Rahman) berkata, "Demi Allah, tidaklah kami mengambil satu suap kecuali dari bawahnya bertambah lebih banyak sehingga mereka semua kenyang, dan makanan itu menjadi lebih banyak daripada sebelumnya". Lalu Abu Bakar memperhatikannya, tiba-tiba makanan itu masih sebanyak sebelumnya atau lebih banyak lagi. Lalu Abu Bakar berkata kepada istrinya, "Hai saudara perempuan bani Firas, (apakah ini) ?". Istrinya berkata, "Sungguh demi penghibur hatiku, sungguh (makanan) itu sekarang lebih banyak daripada sebelumnya lipat tiga kalinya". Lalu Abu Bakar memakannya, dan ia berkata, "Sesungguhnya Itu adalah syaithan, yakni yang mendorong ia bersumpah (tidak mau makan)". Kemudian dia memakan sesuap. Kemudian dia membawa makanan itu kepada Nabi SAW sehingga makanan itu berada pada beliau. Dan waktu itu terjadi perjanjian (gencatan senjata) antara kami dengan suatu kaum, lalu habis masanya, lalu kami membentuk dua belas kelompok beserta ketua masing-masing, walloohu a'lam. Ada berapa orang untuk setiap kelompok, tetapi yang jelas beliau (Nabi SAW) membekali mereka (dengan makanan itu). 'Abdur Rahman berkata, "Mereka semuanya memakan dari makanan itu". HR. Bukhari juz 4, hal. 172]
Bersambung……… 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar