Salam

Salam

Rabu, 18 Desember 2013

Bukti-bukti kenabian (mu'jizat-mu’jizat) Nabi SAW (2)


Dari Jabir, bahwasanya ayahnya meninggal dan masih menanggung hutang. Lalu aku (Jabir) datang kepada Nabi SAW dan berkata, "Sesungguhnya ayahku meninggal dunia dan ia masih punya tanggungan hutang, sedangkan aku tidak mempunyai harta selain hasil pohon kurma  miliknya, sedangkan hasilnya beberapa tahun tidak cukup untuk menutup hutangnya. Maka saya mohon engkau berangkat bersamaku supaya orang-orang yang menghutangi itu tidak berlaku kasar terhadapku". Kemudian beliau berjalan di sekitar salah satu tempat penjemuran kurma, lalu beliau memohon barakah, kemudian menuju pada tempat penjemuran yang lain (dan memohon barakah). Lalu beliau duduk padanya, dan beliau bersabda, "Keluarkanlah kurma itu (dari tempat penjemurannya)". Lalu beliau melunasi mereka (para piutang), dan masih tersisa sebanyak yang diberikan kepada mereka. [HR. Bukhari juz 4, hal. 172]

Dari Jabir RA, ia berkata : Sesungguhnya kami pada  hari perang Khandaq menggali parit, lalu terhalang oleh tanah yang sangat keras. Lalu mereka datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, "Tanah keras ini melintang di parit". Nabi SAW menjawab, "Aku akan turun mengerjakannya". Kemudian beliau berdiri, sedang perutnya diganjal dengan batu, dan kami sudah tiga hari tidak merasakan makanan. Lalu Nabi SAW mengambil cangkul, lalu beliau pukulkan pada tanah yang keras itu, maka tanah yang keras itu hancur, kembali menjadi pasir yang tertimbun, lalu saya berkata, "Wahai Rasulullah, jinkanlah saya pulang". Lalu aku berkata kepada istriku, "Aku melihat Nabi SAW, beliau menahan sesuatu.Apakah kamu mempunyai sesuatu (makanan) ?". Ia menjawab, "Aku mempunyai gandum dan kambing  betina". Lalu aku menyembelih kambing tersebut, sedangkan istriku menggiling gandum, sehingga kami memasukkan daging itu ke dalam periuk. Kemudian aku datang kepada Nabi SAW di saat adonan benar-benar lunak dan periuk berada di atas tungku hampir matang. Kemudian aku berkata, "Saya punya sekedar makanan untuk engkau, maka bangunlah wahai Rasulullah beserta seorang atau dua orang". Beliau bertanya, "Seberapa banyaknya ?". Lalu aku menceritakan kepada beliau, lalu beliau bersabda, "Banyak lagi bagus". Beliau bersabda, "Katakanlah kepada istrimu agar jangan menurunkan periuk dan roti dari tungkunya sampai aku datang". Beliau bersabda, "Bangkitlah kalian". Maka bangkitlah orang-orang Muhajirin dan Anshar. (Aiman berkata) : Ketika Jabir masuk menemui istrinya, ia berkata, "Celaka kamu !. Nabi SAW datang dengan orang-orang Muhajirin, Anshar dan orang-orang yang menyertai beliau". Istrinya bertanya, "Apakah beliau bertanya kepadamu ?". Jabir menjawab, "Ya". Kemudian beliau  bersabda, "Masuklah kalian dan janganlah berdesak-desakan". Lalu beliau memotong roti dan meletakkan daging di atasnya. Dan beliau menutup periuk dan tungkunya di saat beliau mengambil dari situ. Beliau menyuguhkan kepada shahabat-shahabatnya. Kemudian mengambil (daging dari periuk), maka beliau senantiasa memotong roti dan menciduk (lauk), sehingga mereka kenyang, bahkan masih ada yang tersisa. Lalu beliau bersabda,  "Makanlah ini dan hadiahkanlah, karena sesungguhnya orang-orang sedang dilanda kelaparan". [HR. Bukhari juz 5, hal. 45] 
Dalam riwayat lain disebutkan : 

Dari Jabir bin 'Abdullah RA, ia berkata : Ketika parit digali, aku melihat perut Nabi SAW sangat lengket, maka aku kembali kepada istriku dan bertanya, "Apakah kamu memiliki sesuatu ?, sesungguhnya aku melihat Rasulullah SAW perutnya sangat lengket". Lalu ia mengeluarkan kantong kulit kepadaku, di dalamnya ada gandum satu sha'. Dan kami mempunyai seekor kambing kecil yang gemuk, lalu aku menyembelihnya sedangkan istriku menggiling gandum. Ketika ia selesai akupun selesai. Lalu aku  memotong-motongnya (dan memasukkannya) ke dalam periuk, kemudian aku kembali kepada Rasulullah SAW. Istriku berkata, "Kamu jangan mempermalukan aku di hadapan Rasulullah SAW dan orang-orang yang menyertai beliau". Lalu aku datang kepada beliau dan berbisik, "Ya Rasulullah, kami telah menyembelih seekor kambing kecil milik kami, dan kami menggiling satu sha' gandum yang kami miliki, maka datanglah engkau dan beberapa orang yang menyertai engkau ke rumah kami". Lalu Nabi SAW berseru, "Wahai para penggali parit, sesungguhnya Jabir telah  membuat makanan, maka cepatlah kalian kemari". Lalu Rasulullah SAW bersabda, "Jangan kamu turunkan periukmu, dan adonanmu jangan kamu buat roti dulu sampai aku datang". Kemudian aku datang dan Rasulullah SAW datang sambil mempersilakan orang-orang, sehingga aku mendekati istriku. Istriku berkata, "Kamu ini bagaimana ?". Lalu aku menjawab, "Sungguh aku telah melaksanakan apa yang kamu katakan". Kemudian istriku mengeluarkan adonan kepada beliau, lalu beliau meludahi dan memohonkan berkah. Kemudian beliau menuju ke periuk kami, lalu meludahi dan memohonkan berkah. Selanjutnya beliau bersabda, "Panggillah tukang pembuat roti, agar ia membuat roti bersamaku. Ciduklah dari periukmu, dan jangan kamu menurunkannya". Mereka (orang-orang yang makan) berjumlah seribu. Maka aku bersumpah Demi Allah, sungguh mereka telah makan sampai mereka pergi meninggalkannya, dan sesungguhnya periuk kami masih mendidih sebagaimana semula, sedang adonan kami masih dibuat roti seperti semula". [HR. Bukhari juz 5, hal. 46] 

Dari Baraa' bin 'Aazib meriwayatkan bahwa ayahnya berkata kepada Abu Bakar : “Hai Abu Bakar, ceritakanlah kepadaku bagaimana kalian berdua (Abu Bakar dan Rasulullah) berbuat ketika kamu dan Rasulullah  SAW melakukan perjalanan malam (ketika keluar dari gua Tsaur hijrah ke Madinah)". Abu Bakar berkata, "Ya. Kami melakukan perjalanan (sebagian) malam dan sebagian siang harinya hingga tengah (siang) hari, dan dijalan lengang tidak ada seorangpun lewat, lalu nampak kepada kami sebuah batu besar yang memanjang dan terdapat naungan yang tidak terkena sinar matahari, lalu kami singgah disitu. Aku meratakan tempat dengan tanganku untuk tidur beliau dan aku menghamparkan pakaianku, lalu aku berkata, "Tidurlah, wahai Rasulullah, dan aku akan menjaga engkau dari sekeliling engkau". Beliau lalu tidur dan aku keluar menjaga di sekeliling beliau.  Tiba-tiba datang seorang penggembala dengan kambingnya menuju ke arah batu itu bermaksud seperti maksud kami. Lalu aku bertanya, "Kepunyaan siapakah kamu ini ?". Ia menjawab, "Kepunyaan seorang laki-laki penduduk kota atau Makkah". Aku bertanya, "Apakah kambingmu ada yang bisa diperah susunya ?". Ia menjawab, "Ya". Aku berkata, "Apakah kamu berhaq memerah ?". Ia menjawab, "Ya". Lalu ia membawa seekor kambing, lalu aku (Abu bakar) berkata, "Bersihkanlah tetek itu dari debu, bulu dan kotorannya". (Abu Ishaq) berkata, "Lalu aku melihat Baraa' memukulkan salah  satu tangannya pada tangan lainnya, (isyarat membersihkan). Lalu orang  itu memerah sedikit air susu ke dalam mangkuk. Aku (Abu Bakar) membawa ember (berisi air) yang aku bawa untuk keperluan minum dan wudlu Nabi SAW. Lalu aku mendatangi Nabi SAW dan aku tidak mau membangunkan beliau. Dan ketika aku datang, kebetulan beliau bangun. Lalu aku menuangkan air pada air susu itu hingga wadahnya yang bagian bawah terasa dingin, lalu aku  berkata, "Minumlah, wahai Rasulullah". Beliau lalu minum hingga aku merasa lega. Kemudian beliau bersabda, "Apakah belum waktunya untuk berangkat ?". Aku menjawab, "Sudah". Lalu kami berangkat setelah matahari condong (ke barat).

Kemudian Suraqah bin Malik membuntuti kami, maka aku berkata, "Kita dibuntuti, wahai Rasulullah". Beliau bersabda, "Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita". Lalu Nabi SAW berdoa terhadap Suraqah, lalu kuda Suraqah menancap (dua kaki depan) sampai  perutnya. Aku mengira, ke dalam tanah cadas (Zuhair ragu). Kemudian Suraqah berkata, "Sungguh saya kira kamu berdua telah berdoa buruk terhadapku, maka doakanlah kebaikan untukku, niscaya Allah menolong kamu berdua, aku akan mengembalikan orang-orang yang mencari kamu". Kemudian Nabi SAW mendoakan kebaikan untuk Suraqah, maka dia selamat. Lalu tidaklah Suraqah bertemu dengan seseorang (yang mencari beliau) melainkan dia berkata, "Cukuplah kalian (percayalah kepadaku), dia tidak ada di sini". Maka Suraqah tidak bertemu seseorang kecuali dia mengembalikannya. Abu Bakar berkata, "Dan Suraqah memenuhi (janjinya) kepada kami". [HR. Bukhari juz 4, hal. 180] 
Bersambung……….. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar